Pages

Jumat, 24 Februari 2017

Mabuk, Tabrak Pohon, Pemotor Tewas

BANYUWANGI – Kecelakaan tunggal terjadi di jalan raya sebelah timur Mapolres Banyuwangi, Selasa dini hari kemarin (23/2). Pengendara Honda Vario warna putih dengan nomor polisi P2380 YN tewas seketika setelah kendaraannya  oleng lalu menabrak pohon di pinggir jalan.
Kuat dugaan, pengendara sedang dalam pengaruh minuman keras  dan ugal-ugalan saat melintas di Jalan Brawijaya tersebut. Identitas pengendara motor yang tewas adalah Ari Prasetyo, 20, warga Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari.
Korban mengendarai sepeda  motor bersama temannya, yakni Muhammad Septiyan, 25, warga  Desa Pondok Nongko, Kecamatan  Kabat. Teman korban yang dibonceng beruntung masih selamat.  Diketahui, korban hanya mengalami luka di pelipis dan saat  ini  masih menjalani perawatan di  rumah sakit.
Informasi yang  diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, kecelakaan tunggal ini  bermula saat pengendara motor yang tidak menggunakan helm  tersebut melintas di Jalan Brawijaya dari arah barat ke timur.  Tepat di depan Polres Banyuwangi, sekitar pukul 01.30, pengendara motor nahas ini ugal-ugalan.
Kedua korban ini seperti  melakukan atraksi layaknya seorang freestyle dengan gaya standing jumping. Nah, baru beberapa meter melakukan aksi standing jumping, tepatnya 10 meter arah timur Polres Banyuwangi, kendaraan korban oleng. Ari Prasetyo pun  tidak bisa menguasai kendaraannya.
Honda Vario putih kinyis-kinyis yang dia tumpangi  pun akhirnya menabrak sebuah pohon di pinggir jalan. Braaak, kepala korban langsung  membentur pohon bersama sepeda  motor korban. Benturan yang   terjadi pun cukup keras hingga  membuat kepala korban terluka  cukup parah dan membuat darah  bercucuran di jalan raya.
”Korban tewas di lokasi kejadian karena luka serius di kepala. Yang dibonceng selamat dan masih dirawat di rumah sakit karena luka di  pelipis,” ungkap Kanitlaka Polres Banyuwangi, Iptu Budi Hermawan. Budi menambahkan, dalam penyelidikan yang dia lakukan, kecelakaan tunggal yang terjadi ini murni karena kelalaian dari si pengendara.
Dugaan pengendara mabuk dan ugal-ugalan saat berkendara juga dibenarkan oleh perwira polisi asal Desa Benculuk,  Kecamatan Cluring, itu. ”Kedua  korban tidak menggunakan helm  saat berkendara. Menurut saksi mata, mereka juga ugal-ugalan  saat berkendara. Ini yang kami  sesalkan,” tandasnya.
Menanggapi peristiwa ini, pihaknya mengimbau kepada  seluruh masyarakat di Banyuwangi khususnya kepada anak muda agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri kita  sendiri. Keselamatan tetap harus  dipikirkan saat kita menggunakan kendaraan motor di jalan raya.
”Ini bisa menjadi pelajaran bagi lainnya. Jangan mabuk-mabukan, apalagi berkendara saat posisi mabuk. Kecelakaan ini bisa menjadi atensi bagi masyarakat agar lebih mawas diri. Jadilah pemuda yang berguna ketimbang harus mabuk-mabukan,” pungkasnya.

Pemohon Paspor Membeludak

Dampak Server Kantor Imigrasi Jember Ngadat
KALIPURO – Permohonan pembuatan paspor dan perpanjangan paspor di kantor Unit Layanan Paspor (ULP) Banyuwangi  membeludak sejak dua hari lalu. Hal itu terjadi karena server layanan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Jember sedang mengalami  gangguan alias ngadat.
Selama menjalani perbaikan, segala hal tentang pengurusan paspor  di Kantor Imigrasi Kelas II Jember dialihkan sementara ke kantor ULP Banyuwangi. Kasi Lalu Lintas Keimigrasian (Lalintuskim) Imigrasi Jember, Yusuf Umardani, mengatakan secara teknis kendala yang terjadi  di kantor Imigrasi Kelas II Jember itu karena  hard disk di beberapa komputer yang ada di sana mengalami kendala.
Masalah perbaikan, pihak  Imigrasi Jember tidak bisa serta- merta melakukan perbaikan. Mereka harus menunggu pihak  Imigrasi Pusat untuk melakukan perbaikan. Namun, kemarin diketahui pihak Imigrasi Pusat sudah menuju Jember untuk melakukan perbaikan sistem yang  mengalami kendala.
”Sejak dua hari lalu ada kendala di Jember, sementara waktu pelayanan kami alihkan ke ULP Banyuwangi sampai server selesai diperbaiki,” jelas Umardani. Dengan adanya pengalihan layanan ke Banyuwangi tentu membuat suasana kantor ULP  Banyuwangi dibanjiri pemohon  paspor dari luar kota.
Namun, kebanyakan warga luar kota yang melakukan pengurusan paspor  berasal dari Jember, Situbondo,  dan Probolinggo. ”Ada sekitar 100-150 pemohon yang datang per hari saat ini karena  pengalihan layanan itu. Tapi ini hanya sementara sifatnya. Semua sudah terlayani dengan baik, karena  petugas wawancara dan petugas  foto dari Jember juga kami back up ke Banyuwangi,” jelasnya.
Umardani menambahkan, kendala pada server di kantor Imigrasi Kelas II Jember itu optimistis bisa segera tertangani. Dengan harapan, jika  server sudah tertangani, pelayanan pembuatan paspor tidak berlangsung hanya di Banyuwangi.
”Insya-Allah satu-dua hari ke depan  sudah selesai. Pemohon paspor selain untuk keperluan melancong,  saat ini juga banyak yang untuk  umrah dan haji secara mandiri,”  pungkasnya. 

Tabuhan Jadi Destinasi Wisata Bebas

Investor Singapura Tertarik Mengelola
WONGSOREJO – Pulau Tabuhan  yang terletak di wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, di proyeksi menjadi destinasi wisata bebas internasional. Wisatawan yang berkunjung ke pulau itu akan di bebaskan menggunakan pakaian  apapun yang mereka suka.
Bupati Abdullah Azwar mengatakan, hingga saat ini Pulau Tabuhan belum ada penduduk yang  tinggal. Karena tidak berpenghuni, maka kawasan tersebut akan jadikan lokasi wisata khusus wisata “buka-bukaan”.  Turis mancanegara silakan separo telanjang di pulau dengan luas sekitar lima hektare tersebut,
“Khusus di Pulau Tabuhan, silakan setengah telanjang, di tempat lain tidak boleh. Kalau ada yang komplain kok diizinkan buka-bukaan,  yang salah yang menyeberang ke sana,” cetus Anas Pulau terpencil di tengah Selat Bali itu memiliki panorama laut  yang sangat indah, pasir putih, dan terik matahari yang cukup menyengat, sehingga bisa dimanfaatkan  oleh turis untuk berjemur.
Selain itu, cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati olahraga air, seperti  selancar atau kite boarding.  Anas menjamin masyarakat lokal bisa mengakses pulau tersebut. Satu hektare dari lima hektare luas lahan di Pulau Tabuhan tetap dibuka secara bebas.
“Tidak semua  kita sewakan, tapi akan kita bagi zonanya,” jelas Bupati Anas Penyewaan Pulau Tabuhan itu, lanjut  Anas, untuk mendongkrak Pendapatan  Asli Daerah (PAD). Di sisi lain, anggaran pengelolaan destinasi wisata juga  terbatas.
“175 kilometer panjang pantai  sudah untuk rakyat, masak lima hektare kita sewakan masih dikomplain,” terangnya. Terkait besaran nominal sewa, Anas belum bisa memastikan. Karena akan disesuaikan appraisal atau penaksiran berdasar analisis atas nilai ekonomis investasi.
Dengan begitu, baik investor maupun  Pemkab Banyuwangi akan sama-sama mendapatkan untung. Saat ini Pulau Tabuhan sedang di lirik sejumlah investor untuk  dikelola sebagai salah satu destinasi wisata pantai. Selain investor dari Maladewa, kini juga investor dari  Singapura tengah dalam penjajakan.
“Minggu-minggu ini investor Singapura akan datang ke Banyuwangi untuk melihat langsung kondisi Pulau Tabuhan,” ungkap  Bupati Anas. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),  Samsudin, mengaku masih belum  memastikan bentuk perjanjian sewa Pulau Tabuhan tersebut karena masih menunggu penjajakan  dari pihak investor. Namun, klausul sewanya minimal lima tahun.
“Kami masih hitung berdasar hasil  analisis terhadap fakta-fakta yang  objektif dan relevan dengan menggunakan metode, parameter, dan  prinsip-prinsip penilaian yang berlaku,” ujarnya.

Tangkap Biawak Raksasa Pemangsa Ayam

TEGALDLIMO-Warga Dusun Purworejo, RT 10, RW 2, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, digegerkan dengan penangkapan biawak berukuran  besar kemarin (23/2). Biawak itu sengaja diburu  karena sering memangsa ayam piaraan milik warga.
Hampir tiga bulan terakhir, warga di Desa  Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo, resah karena ayam piaraannya banyak yang mati dan hilang. “Ayam milik warga itu selama ini banyak yang hilang, ternyata dimakan biawak itu,” cetus Boinem,  salah satu warga Dusun Purworejo, Desa Kalipait.
Biawak yang ditangkap warga itu, ukurannya  tergolong cukup besar. Panjangnya sekitar 1,2  meter lebih dengan berat enam kilogram. “Ayam mulai sering hilang itu sejak tiga bulan lalu,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng. Sejak banyak ayam piaraan yang hilang, warga  biasanya mengurung ayamnya. Tapi, juga ada yang masih membiarkan berkeliaran di luar.
“Ayam yang berkeliaran itu sering  dimakan biawak,” cetusnya.  Yang membuat warga sedih, terang dia, ayam yang baru menetas sering hilang. Gara-gara serangan biawak, biasanya semua anak ayam itu hilang dan mati hingga tinggal  induknya saja.
“Selama ini warga  resah,” ungkapnya. Tertangkapnya satu ekor biawak berukuran besar itu, bermula saat berada di belakang rumah mendengar suara dari semak-semak pepohonan. Tidak lama, muncul biawak dan mengejar ayam yang  ada di belakang rumahnya.
“Saya teriak-teriak minta tolong,” ungkapnya. Teriakan itu mengundang perhatian warga. Katimen, 60, salah  satu tetangga bersama warga lain berdatangan menemui Boinem. Setelah tahu ada biawak, mereka  langsung memburu. Akhirnya, warga mengejar biawak yang  berusaha kabur. “Biawak berhasil kita tangkap setelah terlilit kawat,” terang Katimen.
Katimin mengaku biawak yang ditangkap termasuk berukuran besar. Diduga, masih banyak biawak  lain yang berkeliaran dan mengincar ayam piaraan milik warga. “Saya belum tahu biawak ini akan diapakan, sementara saya ikat  dulu,” katanya sambil menunjukkan biawak yang baru ditangkap.
Biawak di sekitar Dusun Purworejo, Desa Kalipahit, diduga cukup  banyak. Apalagi, perumahan warga itu berdekatan dengan sungai dan persawahan. Biawak yang ditangkap itu, diduga naik dari sungai untuk memangsa ternak ayam milik warga.

Raja Kayu Ditangkap Polhut

CLURING-Raja kayu Lukman, 42, asal Dusun Seneposari, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, ditangkap oleh anggota polisi hutan (Polhut) dari Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Minggu (19/2). Saat disergap itu, tersangka keluar dari hutan di daerah  Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung sambil membawa  gelondongan kayu jati yang diangkut dengan truk.
”Tersangka dan truk langsung kita kirim ke polres,” cetus perwira pembina (Pabin) Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Kompol Heru Kuswoto.  Heru menyebut, kayu hasil jarahan tersangka itu diduga  masih banyak di hutan. Dan pihaknya, akan terus mencarinya.
”Masih kita kembangkan, tersangka diperiksa di polres,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng di TPK Benculuk, Kecamatan Cluring kemarin (23/2). Tertangkapnya Lukman itu bermula dari kecurigaan  petugas terhadap truk dengan nomor polisi P 8662 UW yang keluar dari hutan di Desa Barurejo.
Petugas curiga karena tidak ada jadwal penebangan kayu, dan tidak ada yang tahu saat masuk ke hutan. “Truk itu dihadang dan kita minta tunjukkan dokumen kayu, “ungkapnya. Pada petugas yang menghadang, Lukman mengaku kayu  jati yang masih gelondongan di atas truknya itu legal. Hanya saja, dokumen dari kayu tertinggal di rumah.
“Kita tidak percaya, tersangka dan truk kita bawa ke polres,” ungkapnya. Saat dicegat dan diamankan, terang Heru, di atas truk yang di bawa Lukman itu ada 14 batang kayu jati yang masih berbentuk gelondongan,  dengan panjang 2,5 dan masuk golongan A2 atau dia meter sekitar 32 centimeter.
“Semua kayu juga  diamankan di polres,” terangnya.  Dari penangkapan Lukman itu, jelas dia, pihaknya melakukan pengembangan. Untuk sementara, ada lima batang kayu jati yang berhasil ditemukan lagi. “Kayu jati ini hasil temuan baru, diduga  lainnya masih ada,” katanya.
Dugaan itu diperkuat dengan hasil pengakuan tersangka. Pada polisi, raja kayu itu mengaku belum  mengangkut semua gelondongan kayu jati di hutan. Makanya, kemarin (23/2), dilakukan penyisiran  lagi untuk mencari kayu jati yang  masih disembunyikan di hutan.
Dalam kasus ini, Heru menyebut ada pelaku lain. Hanya saja, mantan  Kasatlantas Polres Banyuwangi itu menolak untuk membeber  iden titas pelaku lain itu. “Makanya kasus ini masih dikembangkan oleh polres,” tegasnya.

Mohon Diangkat PNS, Ribuan Honorer Istighotsah

BANYUWANGI – Ribuan pegawai honorer kategori 2 (K2) menggelar istighotsah akbar di aula kampus Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) kemarin (23/2). Istighotsah dan doa bersama itu dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar  seluruh honorer K2 se-Banyuwangi segera diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
Para honorer K2 asal seantero kabupaten berjuluk The Sunrise of Java itu datang berbondong-bondong ke kampus Uniba di Kertosari mulai pukul 06.30. Sekitar pukul 09.30 istighotsah dimulai. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sekitar dua ribu orang yang didominasi guru honorer itu tampak khusyuk membaca ayat-ayat suci dan memohon kepada Allah. Bahkan, beberapa di antaranya menitikkan air mata.
Koordinator aksi, Imam Rusdi, mengatakan istighotsah tersebut merupakan salah satu upaya agar seluruh honorer di Banyuwangi segara diangkat menjadi PNS. “Kami berjuang dengan  cara santun dan bermunajat kepada Allah SWT,” ujar honorer  SDN 1 Macan Putih, Kecamatan  Kabat, tersebut.
Dikatakan, setelah rekrutmen calon pegawai negeri sipil  (CPNS) beberapa waktu lalu, saat ini di Bumi Blambangan masih tersisa sekitar 1.900 honorer. “Maka dari itu, kami berdoa agar semua K2 secepatnya diangkat menjadi PNS,” kata dia.
Guru honorer K2 lain, Arif  Kurniawan, mengaku dirinya  sudah mengabdi sebagai guru  honorer di SDN 3 Bomo, Kecamatan Blimbingsari, sejak 12 tahun lalu. “Tetapi, sampai saat  ini belum ada kejelasan kapan kami diangkat sebagai PNS,” tuturnya.
Dikatakan, selain memohon  kepada Allah, istighotsah kemarin juga dilakukan sebagai bentuk support kepada 35 honorer K2 asal Banyuwangi yang  berangkat ke Jakarta. Sebanyak 35 honorer asal Bumi Blambangan itu bergabung dengan para honorer seluruh tanah air yang menggelar demonstrasi di kantor Komisi Aparatur Sipil Negara  (KASN) untuk menuntut agar para  honorer K2 segara diangkat menjadi CPNS.
Sementara itu, anggota DPRD Banyuwangi, Muhammad Ali Mahrus, yang hadir dalam istighotsah tersebut mengatakan  dirinya menyambut baik langkah  para honorer tersebut. “Ini  kegiatan yang baik dan efektif. Di saat para honorer K2 se-Indonesia berbondong-bondong  ke Jakarta, Banyuwangi hanya mengutus 35 anggota. Sisanya mendoakan perjuangan teman-temannya. Kami sangat mengapresiasi,” cetus politikus muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)  tersebut.
Hal senada juga dikatakan Ketua PGRI Banyuwangi, Teguh Sumarno. Menurut Teguh, saat ini  ada dua hal yang dituntut PGRI.  Pertama, mendesak pemerintah membuat payung hukum bagi pengangkatan honorer K2 menjadi PNS. Kedua, mendorong  seluruh kepala daerah mengangkat guru honorer K2 menjadi pegawai daerah dengan gaji layak dan masuk APBD.
Pemerintah pusat harus memiliki aturan yang jelas terkait penetapan K2 menjadi PNS. Pasalnya, selama ini  belum ada aturan yang jelas terkait penetapan K2 menjadi  calon pegawai negeri sipil (CPNS).  “Tapi sekali lagi perjuangan PGRI  tidak bisa berjalan baik bila honorer K2 tidak kompak lagi, tercerai-berai. Saya hanya minta  satukan visi-misi honorer K2,” katanya. 

Festival Angklung Caruk Pelajar Siap Digelar

16 Sekolah akan Bersaing Jadi Terbaik
BANYUWANGI – Pelaksanaan Festival Angklung Caruk dipastikan akan berlangsung semarak. Sebanyak 16 sekolah sudah siap tampil dalam ajang adu kreativitas dalam memainkan alat musik bambu tersebut. Guna memantapkan persiapan festival yang baru kali  pertama di gelar itu, Dewan  Kesenian Blambangan (DKB) menggelar rapat akhir pematangan persiapan festival tersebut  di pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi kemarin (22/2).
Ketua Panitia Penyelenggara  Festival Angklung Caruk, Hasan  Basri, mengatakan sudah ada 16 sekolah yang terdiri dari 10 grup  pelajar dari sekolah dasar (SD)  dan 6 grup pelajar dari sekolah  menengah pertama (SMP) yang  daftar kepada panitia. 16 belas grup pelajar tersebut akan beradu kreativitas dalam memainkan musik tradisional  tersebut.
Festival Angklung Caruk Pelajar tersebut akan dilaksanakan Sabtu (25/2) mulai pukul 09.00 di Gesibu Blambangan, Banyuwangi. “Karena festival angklung caruk pelajar, jadi semua pesertanya harus  siswa,” ujar Hasan.
Untuk memastikan pelajar  yang bersangkutan adalah  siswa di sekolah yang mendaftar, mereka harus menyertakan nama-nama personel yang  akan memainkan alat musik  angklung caruk tersebut dengan  bukti fotokopi rapor pelajar yang bersangkutan dan diketahui kepala sekolah.
Penampilan atraksi masing-masing pelajar itu akan dinilai juri yang berkompeten di bidang musik, yakni Soemtiro Hadi,  Sahuni, dan Yons DD. Festival  itu akan dipimpin seorang wasit,  Sayun Sisiyanto. Tak jauh berbeda dengan seni  pertunjukan angklung caruk  pada umumnya, para peserta  dari masing-masing grup akan beradu dalam membawakan  lojian atau irama gending musik  tradisional yang dibawakan.
Satu grup akan memainkan gending terlebih dahulu, jika  grup lawan bisa melanjutkan  dengan baik dan benar, maka dinyatakan menang atau mendapatkan poin. Namun, jika tidak bisa meneruskan, dinyatakan kalah dan tidak mendapatkan poin.
Dalam  festival tersebut tidak hanya perlu  pintar dalam memainkan gending (lojian), tapi ada sejumlah kriteria penilaian lain, di antaranya aransemen gending, kelojian, penampilan secara menyeluruh, kostum, badut, dan sinden. Seluruh peserta akan mendapatkan piagam penghargaan dari DKB dan Disbupar. Pemenang akan mendapatkan  trophy dan uang pembinaan  dari panitia.
“Acara festival ini  juga akan disaksikan langsung bupati Banyuwangi dan pejabat  dari Kementerian Pariwisata,” jelasnya.  Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Banyuwangi, Choliqul Ridho, berharap  Festival Angklung Caruk Pelajar itu memunculkan seniman cilik  yang mahir dalam memainkan  alat musik tradisional.
Selain itu, diharapkan juga para pelajar semakin mencintai kesenian khas Banyuwangi yang kini nyaris  punah itu. “Semoga akan muncul seniman cilik Banyuwangi  yang berkualitas dan terus melestarikan kesenian angklung caruk dan musik tradisional,” terangnya.

AKP Ries Andrian Resmi Menjabat Kasatlantas Polres Banyuwangi

Jabatan Strategis di Satlantas Banyak Diisi Orang Baru
BANYUWANGI – Tongkat komando di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuwangi yang sebelumnya dipegang
AKP Supiyan resmi berpindah tangan. Saat ini posisi Kasatlantas Polres Banyuwangi  dijabat AKP Ries Andrian Yudho Nugroho.
Serah-terima jabatan (sertijab) dilakukan di Mapolres Banyuwangi di bawah pimpinan Kapolres AKBP Agus Yulianto kemarin (23/2). “Pergantian pucuk pimpinan di  Satlantas Polres Banyuwangi itu merupakan hal yang wajar dalam  institusi kepolisian,’’ kata Kapolres  Agus Yulianto dalam sambutan sertijab.
Kepada pejabat yang lama, kapolres  banyak mengucapkan terima kasih atas kinerja AKP Supiyan selama ada di Banyuwangi. ”Persahabatan harus tetap kita jalin di mana pun kita berada,” pesannya. Sebaliknya, Agus meminta kasat lantas yang baru segera menyesuaikan diri  dengan lingkungan yang baru.
Namun,  kapolres yakin hal itu bukanlah  tugas  awal yang rumit lantaran sebelumnya AKP Ries Andrian Yudho Nugroho  menjabat sebagai kasatlantas di Polres  Situbondo. ”Program AKP Supiyan yang baik silakan dilanjutkan dan harus berinovasi lagi,” imbuh Agus.
Secara khusus, kapolres juga meminta seluruh jajarannya lebih melakukan kontrol dengan baik saat melakukan razia rutin kepada masyarakat baik di  jalan raya maupun di tempat lain. Kontrol yang baik saat razia perlu dilakukan  agar masyarakat lebih memahami setiap  kegiatan yang dilakukan petugas kepolisian.
”Harus dikontrol dengan baik. Setiap razia minimal harus ada satu perwira yang melakukan kontrol terhadap anggotanya,” pungkasnya. Pergantian AKP Supiyan kepada AKP Ries Andrian disebut-sebut terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Saber Pungli  Jatim.
Pasca OTT di bagian SIM Polres  Banyuwangi awal Februari lalu, AKP Supiyan langsung dimutasi ke Polda Jatim. Bukan hanya Supiyan, sejumlah  bintara di bagian Satlantas juga dirotasi. Baur SIM Aiptu Indariyanto dimutasi ke Polsekta Banyuwangi. Penggantinya  adalah Aiptu Andik Purwolaksono.
Sebelumnya, Andik bertugas di Kepolisian Pelabuhan Tanjung Wangi (KPT).  Aiptu Suwoko yang sempat dibawa tim Saber Polda Jatim dimutasi ke Polsek Licin. Selain nama-nama di atas, jabatan-jabatan strategis di Samsat dan Satlantas banyak diisi wajah baru.

Anak Langit di Titik Puncak Rating 3 Hari Berturut-turut

Salah satu sinetron terbaru SCTV Anak Langit sukses mendarat di puncak rating pada episode perdananya yang tayang Senin (20/2/2017) lalu, dengan raihan TVR/share mencapai 7,1/29,7%. Prestasi ini meningkat di hari berikutnya. Anak Langit mengunci posisi pertama dengan TVR/share menembus 7,9/33,2%. Terakhir, Rabu (22/2/2017) kemarin, Anak Langit juga masih berjaya dengan TVR/share sebesar 7,4/30,5%.
Meski banyak yang masih pesimis dengan prestasi awal ini, hasil membanggakan yang diperoleh Anak Langit jelas tak bisa dipandang sebelah mata. Keberhasilan Anak Langitstabil di posisi pertama data rating selama 3 hari berturutan sudah cukup mengantar SCTV kembali sebagai stasiun tv nomer 1 setelah 1,5 tahun.
Lepas keriuhan Ganteng-Ganteng Serigala (GGS) yang juga dibuntuti Pangeran, memang belum ada sinetron SCTV yang mendapat sambutan semeriah ini. Mermaid in Love sempat menghadirkan fenomena baru, namun sayangnya hanya sanggup menapaki runner-up rating.
Anak Langit seakan menjadi oase menyejukan di tengah persaingan ketat anta berbagai acara di sejumlah stasiun televisi.  Dari empat judul baru yang tayang serentak di SCTV, Anak Langitlangsung menggebrak. Dimotori oleh Ammar Zoni sebagai pemeran utama,  yang bisa dibilang cukup asing bagi pemirsa setia SCTV, Anak Langitlangsung menghipnotis dengan jalan ceritanya.
Tema sinetron ini mungkin tak menawarkan cerita baru. Masih belum bergeser dari kisah cinta berselimut persaingan antar geng motor yang jadi primadona tahun lalu. Namun tanpa diduga tema seperti ini masih belum kehilangan tajinya. Selain tema, alasan utamaAnak Langit bisa diterima pecinta sinetron tak lain karena banyakan pemain ngetop yang terlibat.
Selain Ammar Zoni, Anak Langit cukup beruntung karena dibintangi segudang pesinetron yang tengah jadi idola remaja saat ini. Siapa tak kenal Ranty Maria, Caesar Hito, Raya Kitty, dan Nasya Marcella? Bintang pemain lain, seperti Dylan Carr, Marcella Daryanani, Cemal Faruk, Gerald Yohanes, dan Angga Putera pun kini tengah terang benderang. Sementara ada bintang lainnya seperti Ochi Rosdiana dan Hana Sarasvati yang belum muncul di episode awal. 
Anak Langit dipastikan masih akan terus mencuri perhatian pemirsa setia SCTV dengan hadirnya para pemain tersebut nantinya. Sejauh manakah Anak Langit bisa mempertahankan posisinya? Tentu butuh waktu panjang. Apalagi jika harus dibandingkan dengan GGS yang mampu menggenggam tahta rating selama 8 bulan, atau Anak Jalanan di stasiun televisi tetangga, yang menguasai tahun 2016
Kita simak saja perjalanan Anak Langit di tahun 2017 ini dengan terus mengikuti kelanjutan ceritanya yang bisa disaksikan setiap hari mulai pukul 18.30 WIB, hanya di SCTV 'Selalu Teristimewa

Rizky Nazar Salip Verrell Bramasta di Anak Sekolahan?

Wajah Rizky Nazar kembali hadir di sinetron terbaru SCTV berjudul Anak Sekolahan. Sinetron ini baru tayang Senin, 20 Februari kemarin. Sebelumnya, Rizky sempat bermain di Prince Charming yang berakhir awal November 2016 lalu.
Di sinetron remaja barunya ini, Rizky beradu akting dengan sederet bintang remaja yang sedang naik daun, seperti Natasha Wilona, Verrell Bramasta, Megan Domani, dan Cut Syifa. Munculnya nama Rizky di Anak Sekolahan sendiri cukup mengagetkan penggemar.
Pasalnya, tiba-tiba saja Rizky bergabung di sinetron produksi SinemArt tersebut. Itu pun terjadi hanya berselang dua minggu dari jadwal penayangannya. Kabarnya, Rizky menggantikan pesinetron pendatang Renaldy Ramadhana yang sebelumnya diketahui menjadi bagian pemain Anak Sekolahan.
Terlepas dari masalah itu, turut sertanya Rizky diAnak Sekolahan memberi konflik tersendiri. Akting Rizky yang jauh lebih mumpuni ketimbang Verrell pun jadi bahasan seru para pecinta sinetron. Banyak yang tak setuju, Rizky hanya kebagian peran ketiga di sini. Lantas, memang seperti apa peran Rizky Nazar di Anak Sekolahan?
Rizky diceritakan sebagai Pandu, murid SMA yang sejak awal terlibat perselisihan dengan Bintang (Verrell Bramasta), murid dari SMA lain. Sekolah mereka terlibat persaingan dalam segala hal. Pandu dan Bintang tak tahu jika sebenarnya mereka bersaudara. Ayah mereka (diperankan Adam Jordan) menikah dengan dua wanita berbeda yang tak lain adalah ibu Pandu dan Bintang.
Pertemuan tak sengaja Pandu dengan Cinta (Natasha Wilona) lantas membuat persaingannya dengan Bintang makin lebar. Cinta segitiga pun tak terelakan. Di sisi lain, diam-diam Pandu sebenarnya disukai sahabatnya, Kasih (Cut Syifa).
Penonton akhirnya dibuat dilema dengan kisah kasih keempat karakter utama ini. Di social media kini bahkan sudah mulai muncul beragam komunitas fans couple. Ada yang mendukung pasangan Bintang-Cinta. Namun tak sedikit yang berharap Cinta bisa jadian dengan Pandu. Kisah Pandu-Kasih pun juga tak kalah menarik disimak.
Dan untuk urusan akting rasanya sudah jelas. Hingga episode ke-6 yang tayang Rabu (22/2/2017) kemarin, kalau boleh jujur, Rizky nampak bisa melibas Verrell dengan pesonanya. Ini mengingatkan kasus Kevin Julio yang kalah pamor dari Aliando Syarief diGanteng-Ganteng Serigala tempo hari. Verrell butuh kerja ekstra keras jika tak mau tenggelam dari Rizky di Anak Sekolahan.
Kira-kira, pasangan manakah yang akan lahir di sinetron ini? Dan mungkinkah pesona Rizky Nazar benar-benar akan menyalip Verrell Bramasta? Simak terus kisah seru mereka di Anak Sekolahan setiap hari mulai pukul 16.30 WIB, hanya di SCTV 'Selalu Teristimewa

Toilet untuk Raja Salman di Istiqlal Gunakan Standar Arab

Kunjungan bersejarah Raja Salman Bin Abdul Azis Al Saud ke Masjid Istiqlal Jakarta pekan depan membuat pihak masjid melakukan sejumlah persiapan khusus. Selain lift, toilet spesial untuk sang raja dibangun dengan standar orang Arab.
"Toiletnya nanti ukuran beda (dengan orang Indonesia). Tinggi klosetnya 53 cm, kalau di Indonesia kan biasa 39-40 cm. Dilengkapi juga dengan pegangan, keset, biar tidak licin," kata Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, Jumat (24/2/2017).
Abu mengaku tidak ada yang terlalu mewah dalam pembuatan toilet khusus ini. Namun, tetap ada permintaan khusus pihak kerajaan seperti warna dan pengharum ruangan.
"Warna toilet, raja minta tidak mencolok, senada warna dinding marmer Istiqlal aja. Dan satu yang raja minta adalah pewangi ruangan aroma kayu gaharu. Raja tidak mau disemprot pengharum toilet, tapi itu bukan kami yang sediakan karena itu wangi khusus," jelas Abu.
Lebih jauh, pembangunan toilet raja ini dikatakan Abu hanya untuk berjaga-jaga jika Raja Salman ingin ke toilet sebelum atau sesudah salat.
"Jadi rencananya Raja datang dari Pintu Al Malik, disambut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasarudin Umar. Dari situ langsung masuk lift dan salat sunah. Setelahnya atau sebelum mau ke toilet sudah disiapkan dekat lift. Karena kan raja sudah berumur jadi akses kita buat mudah," tandas Abu.
Kunjungan Raja Salman besok disebut sangat bersejarah untuk Masjid Istiqlal. Hal itu karena Raja Saudi terakhir menyambangi masjid terbesar se-Asia Tenggara ini adalah Raja Faisal pada 1970.
Raja Salman akan berada di Indonesia pada 1 Maret sampai 9 Maret 2017. Selain ke Jakarta, ia juga akan mengunjungi Bali untuk berlibur.

Pemkot Kupang Belum Dapat Kepastian Program IFAD

Pemerintah Kota Kupang cukup mendapat perhatian untuk program kelautan dari lembaga dana internasional.
Bahkan sejak tahun 2013 lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kupang melaksanakan proyek Coastal Community Development International Fund for Agricultural Development (CCD-IFAD, dengan anggaran sebesar Rp. 24 miliar lebih, dalam rangka mendukung seluruh kegiatan proyek pembangunan di kawasan pesisir Kota Kupang.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang Otniel Pello kepada wartawan di Kota Kupang, Jumat (24/2/2017) menuturkan bahwa untuk tahun 2017 ini, DKP Kota Kupang belum mendapatkan kepastian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, soal kegiatan atau program yang akan dilaksanakan oleh IFAD.
Menurut Pello, untuk tahun 2017, sampai dengan saat ini, DKP Kota Kupang belum mendapatkan kepastian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, soal kegiatan atau program yang akan dilaksanakan.
“Anggaran untuk tahun ini sekitar Rp. 7 miliar. Tapi kami belum dapat kepastian dari Kementerian soal apa kegiatannya,” katanya.
Pello menambahkan, hasil evaluasi pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan RI serta lembaga internasional asal Roma Italia (IFAD), pelaksanaan program IFAD di Kota Kupang terpilih sebagai yang terbaik di Indonesia.
Terbukti, kata dia, PIU (Project Implementation Unit) IFAD Kota Kupang mendapat penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI akhir tahun 2015 lalu.
Dalam rentang waktu 2013-2016, Kota Kupang telah mendapatkan bantuan IFAD sebesar Rp. 22 miliar lebih. Sedangkan dana penunjang dari APBD Kota Kupang sekitar Rp. 2 miliar lebih.
“Dengan demikian, total anggaran dalam rangka mendukung seluruh kegiatan proyek pembangunan di kawasan pesisir sekitar Rp. 24 miliar lebih. Program IFAD dilaksanakan di 16 kelurahan pesisir. Mulai dari Kelurahan Alak sampai Kelurahan Lasiana,” pungkas Pello.

Fadli Zon Surati Jokowi, Sampaikan 5 Tuntutan GNPF MUI

 - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Isi surat tersebut adalah lima permintaan GNPF MUI yang sebelumnya disampaikan kepada DPR RI. 

Pimpinan DPR RI telah menerima perwakilan tim advokasi GNPF MUI pada Senin (20/2) lalu. Tim GNPF MUI menyampaikan 5 aspirasi, khususnya yang berkaitan dengan kasus Ahok dan Munarman. 

Isi aspirasi pertama GNPF MUI, seperti pernyataan yang diterima detikcom, Jumat (24/2/2017) yakni terkait status Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). GNPF meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memberhentikan sementara Ahok. 

"Meminta agar Presiden dapat melakukan pemberhentian sementara Gubernur DKI Jakarta sesuai dengan ketentuan Pasal 83 ayat 3 UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menyebutkan bahwa pemberhentian sementara Gubernur dan/ atau Wakil Gubernur dilakukan oleh Presiden," bunyi tuntutan GNPF MUI. 

Tim advokasi GNPF MUI juga meminta agar tindakan kriminalisasi terhadap ulama dapat dihentikan oleh pihak kepolisian. Hal itu untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang (abuse of power) dan dapat menyelenggarakan peradilan yang adil. 

Aspirasi ketiga yang disampaikan pada Senin (20/2) lalu, meminta kepada kepolisian untuk menghentikan penangkapan dan penyelidikan terhadap mahasiswa tanpa dasar hukum yang jelas. Tujuannya guna menjaga ketenteraman dan keamanan negara. 

Soal pemeriksaan Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir juga menjadi isi dalam aspirasi. Mereka meminta agar polisi menghentikan proses pemeriksaan tersebut.

"Meminta kepada kepolisian untuk menghentikan proses pemeriksaan Ust. Bachtiar Nasir dan M. Lutfie Hakim selaku Ketua dan Bendahara GNPF MUI oleh Bareskrim Polri yang didakwa Tindak Pidana Pencucian Uang. Mengingat dasar hukum yang digunakan tidak sesuai dengan fakta yaitu tidak adanya pengalihan kekuasaan Yayasan Keadilan Untuk Semua," sebut isi aspirasi GNPF.

"Tidak adanya delik aduan dari para donatur sebagaimana tercantum dalam laporan polisi sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Proses hukum terhadap kasus ini terkesan tergesa-gesa dan bernuansa politik di mana Laporan Penyidik, Surat Perintah Penyidikan dan Surat Panggilan Saksi dibuat pada hari yang sama yaitu pada tanggal 6 Februari 2017," lanjutnya. 

Aspirasi terakhir yakni meminta polisi untuk menghentikan penyelidikan dan penyidikan Polda Balio terkait kasus yang menjerat Munarman. Sebab, proses hukum terhadap Munarman disebut melanggar asas locus delicti karena tidak ditangani oleh Polda Metro Jaya. 

"Meminta kepada Kepolisian untuk menghentikan penyelidikan dan penyidikan oleh Polda Bali terhadap Sdr. Munarman, S.H selaku Panglima Aksi GNPF MUI yang dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 jo. Pasal 45 a ayat 2 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 156 KUHP," bunyi aspirasi terakhir. 

DPR: Kampanye Putaran Kedua, Ahok Harus Cuti Kembali

 Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Edy mengatakan jelang pemungutan suara Pilkada putaran kedua pada April nanti, incumbent harus kembali menjalani masa cutinya sebagai gubernur DKI.
“Cuti, harus cuti. Tetap, di UU menyatakan masa kampanye harus cuti,” kata Lukman, di Jakarta, Kamis (24/2).
Ia menjelaskan cutinya petahana yang ikut kontestasi pemilihan kepala daerah diwajibkan cuti sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan. Dan, pelaksana tidak perlu lagi berkonsultasi dengan dewan dalam penerapannya.
“Nggak, sudah sesuai UU. Langsung saja. Sekarang tinggal ada nggak mereka bikin PKPU. Kalau misalnya tidak ada di PKPU ya KPU buat lagi PKPU,” ujar politikus PKB itu.
“Pokoknya pelaksanan cuti itu kan kepentingannya supaya tidak terjadi konflik of interest, dari pejabat yang sedang menjabat terhadap kegiatan dia selama masa kampanye,” pungkas dia.
Untuk diketahui, Pilkada DKI Jakarta yang diikuti tiga pasangan calon pada pemungutan suara putaran pertama menghasilkan dua kontestan yakni Ahok-Djarot dan Anies-Sandi untuk masuk di putaran kedua di April 2017 nanti.
Pasca pemungutan suara selesai, Ahok yang juga terdakwa kasus penodaan agama notabenenya dalam kondisi cuti sudah kembali aktif sebagai gubernur DKI.

Tekad Ihsan Benahi Peringkat dan Masuk Tim Inti Piala Sudirman

- Ihsan Maulana Mustofa bertekad kembali ke peringkat 20 besar dunia tahun ini. Dia juga berharap bisa masuk tim inti Piala Sudirman.

Ihsan saat ini tercatat menempati urutan 38 dunia seperti dilansir BWF. Di antara pemain-pemain Indonesia, dia di belakang Tommy Sugiarto, Jonatan Christie, Sony Dwi Kuncoro, dan Anthony Sinisuka Ginting.

Peringkat terbaik pemuda kelahiran Tasikmalaya itu adalah di posisi 19 pada tahun lalu.

"Tahun ini sih target pengin balik ke top 20 lagi, ya. Karena di 2016 kemarin kan agak merosot lah ya, sekarang balik lagi ke-36 (sic). Jadi ya pengin mengembalikan lagi kepercayaan diri, mental, rankingnya," ujarnya kepada sejumlah wartawan di DBL Arena, Surabaya.

"Secepatnya pengin naik, dari sekarang juga saya lagi mencari-cari konsistensi. Kadang kan ada momen lagi enak, kadang turun lagi. Nah itu saya yang lagi belajar terus," imbuh Ihsan.

Selain soal peringkat, Ihsan juga punya harapan untuk bisa masuk tim inti Piala Sudirman yang digelar Mei mendatang di Gold Coast, Australia. Namun baginya yang terpenting melangkah tahap demi tahap dulu dan memetik hasil-hasil baik menuju ke turnamen beregu itu.

"Pastinya ada keinginan buat main, jadi tim inti. Tapi kalau buat Piala Sudirman itu ya nanti, fokusnya yang di depan-depan ini dulu," ungkapnya.

Ketika ditanya soal seberapa besar pengaruh tampil di turnamen beregu seperti Djarum Superliga Badminton 2017, Ihsan mengaku secara pribadi ajang ini jadi kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan.

"Cukup gede ya pengaruhnya. Di sini lumayan bisa jadi ajang pemanasan, mengasah mental kita. Intinya ya bisa jadi bahan introspeksi buat diri saya juga. Jadi saya bisa main enak tadi kenapa, kenapa kemarin saya main tidak enak. Itu jadi evaluasi buat saya sendiri aja," kata Ihsan.

Karena Sony Khawatir Surabaya Kehilangan Dominasi

- Peresmian Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall diharapkan menjadi momen kebangkitan bulutangkis Surabaya lagi. Itu agar Kota Pahlawan tak kalah dari kota dan kabupaten lain. 

Surabaya pernah menjadi mesin utama pencetak atlet-atlet bulutangkis Jawa Timur. Sony Dwi Kuncoro khawatir regenerasi pebulutangkis Surabaya tak segencar kota dan kabupaten lain di Jatim. 

Dia pun berharap dengan peresmian Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall pada 10 Februari, bisa menggairahkan regenerasi bulutangkis di Surabaya. Hall dengan enam lapangan berkarpet itu berlokasi di Medokan Asri, Rungkut Surabaya. 
"Saya berharap agar Surabaya ini, mungkin muncul regenerasi penerus saya. Jadi ya semoga bisa turut menggelorakan bulutangkis. Selama ini baru sebatas klub-klub di Surabaya yang melakukannya," kata Sony. 
"Saat saya saya pulang ke Surabaya (pertengahan 2014), saya melihat tidak ada lagi penerusnya, saya terakhir. Surabaya itu, biasanya se-Jatim nomor satu, sekarang bisa berimbang dengan daerah-daerah lain," tutur Sony. 

Bahkan Sony belum mampu mempercayakan pengurusan GOR itu kepada orang lain. Sony menangani langsung. 

"Saya kan baru mulai mencoba menjalankan usaha ini ya, jadi ya pikiran sedikit terbagi ya. Memang kalau dibilang, saya bisa tidak usah ngurusi, tapi ya bagi saya itu tak bisa. Saya tetep harus mengontrol, karena itu kan saya yang bikin, jadi ya saya merasa ini perlu diapain lagi biar nyaman. Ya Alhamdulillah pemain atau penghobi bulutangkis yang masuk ke situ bilang nyaman," tutur pemilik medali perunggu Olimpiade 2004 Athena itu. 
 

Blogger news

Blogroll

About