Pages

Jumat, 24 Februari 2017

Karena Sony Khawatir Surabaya Kehilangan Dominasi

- Peresmian Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall diharapkan menjadi momen kebangkitan bulutangkis Surabaya lagi. Itu agar Kota Pahlawan tak kalah dari kota dan kabupaten lain. 

Surabaya pernah menjadi mesin utama pencetak atlet-atlet bulutangkis Jawa Timur. Sony Dwi Kuncoro khawatir regenerasi pebulutangkis Surabaya tak segencar kota dan kabupaten lain di Jatim. 

Dia pun berharap dengan peresmian Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall pada 10 Februari, bisa menggairahkan regenerasi bulutangkis di Surabaya. Hall dengan enam lapangan berkarpet itu berlokasi di Medokan Asri, Rungkut Surabaya. 
"Saya berharap agar Surabaya ini, mungkin muncul regenerasi penerus saya. Jadi ya semoga bisa turut menggelorakan bulutangkis. Selama ini baru sebatas klub-klub di Surabaya yang melakukannya," kata Sony. 
"Saat saya saya pulang ke Surabaya (pertengahan 2014), saya melihat tidak ada lagi penerusnya, saya terakhir. Surabaya itu, biasanya se-Jatim nomor satu, sekarang bisa berimbang dengan daerah-daerah lain," tutur Sony. 

Bahkan Sony belum mampu mempercayakan pengurusan GOR itu kepada orang lain. Sony menangani langsung. 

"Saya kan baru mulai mencoba menjalankan usaha ini ya, jadi ya pikiran sedikit terbagi ya. Memang kalau dibilang, saya bisa tidak usah ngurusi, tapi ya bagi saya itu tak bisa. Saya tetep harus mengontrol, karena itu kan saya yang bikin, jadi ya saya merasa ini perlu diapain lagi biar nyaman. Ya Alhamdulillah pemain atau penghobi bulutangkis yang masuk ke situ bilang nyaman," tutur pemilik medali perunggu Olimpiade 2004 Athena itu. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About