Pages

Senin, 20 Maret 2017

Rumah di Pantai Boom Rata Tanah

PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) akhirnya merealisasikan rencana pembongkaran rumah dan bangunan yang berlokasi di kawasan Pantai Boom, Banyuwangi, kemarin (19/3). Tidak ada perlawanan berarti dari warga yang selama ini tinggal di  lahan milik perusahaan pelat merah tersebut.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, pembongkaran rumah dan bangunan tersebut dikawal ketat aparat. Selain itu, pihak Pelindo juga mengerahkan kendaraan berat jenis backhoe untuk meratakan rumah dan bangunan di lokasi yang bakal dijadikan kawasan pelabuhan  marina tersebut.
Selain bangunan yang dibongkar dengan backhoe, ada pula beberapa warga yang melakukan pembongkaran rumah mereka sendiri. Di sisi lain, ada pula warga yang menolak rumahnya dibongkar. Mereka meminta waktu kelonggaran untuk  mengosongkan kediaman yang telah ditempati selama bertahun-tahun.
Salah satu warga, Kamsiadi, mengatakan pada dasarnya dirinya menyadari bahwa lahan yang dia  tempati bukanlah hak miliknya. Namun demikian, dia meminta kelonggaran waktu selama satu hingga dua pekan untuk mengosongkan rumah yang dia tempati bersama istri dan delapan putranya tersebut.
“Saya berharap rumah  saya ini tidak dirobohkan pakai  backhoe. Saya minta waktu satu sampai dua pekan. Setelah itu  akan saya bongkar sendiri,” ujarnya. Kamsiadi menambahkan, selain untuk mengosongkan rumah,  kelonggaran waktu dibutuhkan  untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. Dengan demikian, beberapa material bangunan, seperti genting, kayu, dan lain-lain bisa diselamatkan.
“Saya menyadari lahan ini bukan hak milik saya. Tetapi saya minta waktu satu atau  dua pekan. Setelah rumah ini saya bongkar, saya akan mencari kontrakan,” kata dia. Dikatakan, selama ini dirinya tinggal di kawasan Pantai Boom dengan berpegang pada perjanjian  kontrak dengan Pelindo.
Dia  mengaku selama ini membayar  uang sewa lahan sebesar Rp 500  ribu setiap tiga tahun.  Slamet Hariyadi, 38, warga yang lain menambahkan, warga yang tinggal di kawasan Pantai Boom telah mendapat dana kerohiman sebesar Rp 4,5 juta per kepala keluarga (KK).
Uang kerohiman yang  terkumpul dari sekitar 133 KK  tersebut dimanfaatkan untuk  membeli tanah secara kolektif di  wilayah kelurahan  Klatak, Kecamatan Kalipuro. “Hasilnya, masing-masing KK mendapat tanah seluas 5 meter kali 5 meter,” akunya.
Slamet menambahkan, dirinya dan mayoritas warga Pantai Boom yang lain memilih untuk sementara tidak menempati tanah yang mereka beli secara kolektif tersebut.  Sebab, belum ada sambungan listrik dan air bersih di lokasi  tersebut.
“Selain itu, hal lain yang  cukup memberatkan kami adalah  lokasinya yang terlalu jauh dari tempat kami bekerja. Mayoritas warga sini (Pantai Boom) bekerja sebagai nelayan atau kuli angkut ikan,” cetusnya. Sementara itu, General Manager  (GM) PT Pelindo Cabang Pembantu  (Capem) Banyuwangi, Edi Sulaksono, menuturkan sebelum melakukan pembongkaran, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan sebanyak tiga kali.
“Alhamdulillah warga menerima. Sehingga pembongkaran hari ini  (kemarin) berjalan lancar. Bahkan  ada beberapa warga yang melakukan pembongkaran sendiri,” akunya. Edi menambakan, pihaknya telah memberikan dana kerohiman  kepada warga yang selama ini tinggal di kawasan Pantai Boom.
Bahkan, sebelumnya pihak Pelindo juga telah mengajukan alternatif  lokasi relokasi bagi warga, yakni  di lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI) di wilayah Desa Ketapang. Namun, rencana relokasi ke Ketapang gagal direalisasikan lantaran mayoritas warga menolak  dengan alasan terlalu jauh dari  tempatnya bekerja.
“Jadi, setelah  memberikan dana kerohiman, kami bebaskan mereka mau pindah  ke mana,” pungkasnya.

Geram, Warga Tangkap Pencuri Janur Kuburan

Aksi pencuri janur di Dusun Krajan, Kelurahan Sumberejo, Banyuwangi seolah tidak mengenal waktu. Kendati masih pagi, komplotan pencuri ini nekat melakukan aksinya. Apesnya, belum sempat membawa pulang hasil jarahannya, aksi  komplotan maling janur berjumlah  lima orang tepergok warga.
Mereka sempat diamankan di  kantor Kelurahan Sumberejo. Warga geram dan menangkap komplotan spesialis maling janur ini lantaran beraksi di tanah makan di  Dusun Krajan, Desa Sumberejo.  Sejatinya ada lima pencuri yang beraksi pukul 10.00 tersebut.
Namun, yang berhasil diamankan hanya empat pencuri. Satu pelaku di ketahui kabur saat warga melaporkan kejadian ini  kepada pihak yang berwenang.  Keempat pelaku yang tidak sempat kabur dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polsek Banyuwangi.
Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, identitas  keempat orang itu masing-masing,  As, 39; warga Dusun Krajan, Desa Pendarungan, Kabat, SA; Su, 34;  dan SN, 35. Ketiga pelaku ini tercatat  sebagai warga Dusun Kopen Cungking, Desa Kampunganyar, Glagah.
Sementara pelaku yang kabur  di ketahui berinisial A, informasinya satu pelaku kabur itu merupakan warga Desa Bangsring,  Kecamatan Wongsorejo. Menurut  keterangan warga setempat,  komplotan ini di amankan warga  saat menurunkan janur yang  berhasil dipotong dari pucuk  pohon kelapa di tanah makam. Warga yang melihat aksi keempat  orang ini langsung mengamankan  mereka.
”Menurut keterangan warga yang pertama kali tahu,  pencurian ini berlangsung pukul 10.00. Mereka mengambil janur pohon kelapa di tanah makam tanpa izin,” kata Suroso, Lurah Sumberejo kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Menurut Suroso, di area tanah makam tersebut memang terdapat  belasan pohon kelapa.
Selama ini  janur di tanah makam memang sudah sering menjadi target dari para maling yang beraksi. Warga menduga pelaku ini adalah orang  yang biasa mencuri janur di tempat itu. ”Selain di lokasi tanah makam,  janur di wilayah sini juga sering  hilang,” tandas Suroso.
Hal senada disampaikan Imam,  salah satu warga yang ikut melakukan penangkapan. Menurutnya, selama ini warga dibuat jengkel dengan aksi pencuri janur di lingkungannya. Sehingga begitu pagi itu warga melihat ada komplotan maling mengambil janur, warga langsung mengamankannya dan  melaporkan kejadian ini ke Polsek Banyuwangi.
“Tadi sebenarnya  ada 5 orang, tapi yang satu kabur,”  tambah Imam.  Setelah mendapati laporan ini, petugas dari Polsek Banyuwangi  langsung datang ke tempat kejadian  perkara (TKP) dan mengamankan empat komplotan maling janur itu.
Barang bukti janur yang diketahui  dipotong dari sepuluh pohon juga dibawa polisi. Petugas juga mengamankan empat motor milik pelaku ke Polsek Banyuwangi. Saat itu juga mereka menjalani pemeriksaan Sementara itu, hingga berita ini  ditulis masih belum ada konfirmasi  dari Kapolsek Banyuwangi, AKP Ali Masduki terkait kasus ini dan  apa sebenarnya peran dari empat  pelaku yang diamankan ini.
Jawa  Pos Radar Banyuwangi pun sempat  menghubungi nomor telepon Kapolsek,  namun belum ada jawaban. Pesan singkat yang disampaikan juga belum direspons oleh  Ali Masduki.

Hamili Pacar, ABG Digiring ke Sel

Diduga telah menghamili pacarnya, RB, 16, asal Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, ditangkap oleh anggota polsek setempat kemarin (19/3). Untuk sementara, tersangka itu diamankan di ruang tahanan polsek sambil menjalani pemeriksaan.
Polisi yang menangkap tersangka itu, setelah sebelumnya mendapat laporan dari orang tua korban, SY, 16. Dalam laporannya pada polisi, orang tua korban yang tinggal di Desa Tampo,  Kecamatan Cluring, itu tidak terima karena putrinya telah hamil 1,5 bulan.
“Dari laporan keluarga korban, tersangka kita jemput di rumahnya,” cetus Kapolsek Cluring, Iptu Bejo Madrias. Menurut kapolsek, dugaan persetubuhan yang dilakukan oleh pasangan anak baru gede (ABG) itu, bermula saat perkenalan saat keduanya sama-sama sekolah SMP  di wilayah Kecamatan Cluring.
“Pasangan remaja ini mengakunya pacaran,” katanya. Dalam keterangan pada polisi, hubungan layaknya suami istri yang dilakukan  pasangan remaja itu, terjadi hingga enam kali. Pertama, jelas dia, mereka melakukan di rumah tersangka pada 30 Januari 2017.
“Tersangka menghubungi korban melalui hand phone (HP) agar datang ke  rumahnya,” ujarnya.  Dari kontak HP itu, jelas dia, korban datang ke rumah tersangka sendirian. Selama berada di rumah, keduanya hanya ngobrol biasa. “Saat korban akan pulang karena malam, oleh tersangka dilarang dan diajak menginap, saat menginap itulah korban dikerjai,” ungkapnya.
Sukses melancarkan aksinya itu, ternyata membuat tersangka ketagihan. Sepekan kemudian, tepatnya pada 6 Februari  2017, pelaku kembali menghubungi korban untuk datang ke  rumahnya. Saat korban datang, kejadian main kuda lumping  kembali terjadi.
“Lalu empat hari kemudian atau tanggal 10  Februari 2017, pelaku kembali meminta korban untuk datang ke rumahnya, dan korban mengaku juga dikerjai oleh tersangka,” bebernya. Bukan hanya itu saja, kapolsek menjelaskan kejadian serupa juga terjadi pada 13 Februari 2017.
“Dari keterangan korban,  pelaku menyetubuhi korban  sampai enam kali dari empat  pertemuan itu dan kini hamil 1,5 bulan,” katanya.  Dari keterangan korban, masih kata kapolsek, tersangka  berjanji akan segera menikahi. Tapi sampai hamil, pacarnya yang  hanya lulusan SMP itu mengingkari.
“Keluarga korban sempat menunggu kejelasan, karena tetap tidak ada kejelasan akhirnya lapor ke polsek,” terangnya.  Dari laporan orang tua korban itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan sebelumnya memeriksa korban dan saksi  lainnya. Polisi juga minta   visum  korban ke dokter.
“Setelah keterangan saksi kuat dan bukti  juga ada, tersangka kita tangkap di rumahnya,” katanya.

Ayam Serama Unjuk Kebolehan dalam Menari

Puluhan ayam serama berukuran mungil dengan dada dempal, beradu ketangkasan di lapangan  RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng kemarin (19/3).  Di atas papan yang telah disiapkan, sejumlah ayam serama dari berbagai  daerah di Jawa dan Bali itu menari  dengan iringan musik.

Salah satu pemilik ayam serama,  Hariyanto, 30, asal Dusun Sumberwadung, Desa Kaligondo Kecamatan Genteng, mengatakan ayam-ayam  berukuran kecil sedang dilombakan. Untuk penilaian tidak hanya pada  bentuk dada yang ditonjolkan, tapi juga berdasarkan tingkah dan gerakan ayam dalam mengikuti irama musik.
“Selain dadanya, ayamnya harus lincah,” katanya.  Memelihara ayam jenis serama ini,  terang dia, sebenarnya tidak jauh beda dengan ayam pada umumnya. Semua  jenis pakan sudah tersedia di tempat  kelengkapan ternak unggas. “Memeliharanya tidak beda dengan ternak  ayam lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Deni Komel, 42, asal Dusun Curah Pecak, Desa/Kecamatan Purwoharjo, mengatakan prospek bis- nis ayam serama itu sebenarnya cukup menjanjikan. Harga per ayam yang masih anakan, itu mencapai Rp 200 ribu. “Usaha ayam ini cukup lumayan,” katanya.
Di Kabupaten Banyuwangi, jelas dia, perkembangan ayam serama  itu cukup dinamis. Hanya saja, untuk event kontes khusus  ayam serama masih jarang. Sampai saat ini, kontes ayam serama baru tiga kali digelar. “Yang pertama itu sekitar tahun 2012,” ujarnya.
Lambannya perkembangan  ayam serama, menurut Deni karena disebabkan faktor sosialisasi. Selain itu, juga adanya  transisi ayam antara ayam lokal  dan impor. “Kita sosialisasi memang kurang, terus sempat ada transisi ayam,” jelasnya.
Jumlah warga yang masih  eksis memelihara ayam serama, juga belum banyak. Yang diketahui, warga di Kabupaten  Banyuwangi yang punya ayam  serama baru sekitar 15 orang. Untuk memajukan eksistensi  ayam serama, pihaknya sedang  menggandeng beberapa pihak, termasuk dinas peternakan. “Kita akan menggandeng pihak karantina dan dinas peternakan,” katanya.

Warga Bantah Setuju Pemasangan Listrik

Klaim PT BSI yang menyebut pemasangan jaringan listrik PLN telah disetujui warga, ternyata ditentang oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi tambang emas Gunung Tumpang Pitu Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Penolakan pemasangan jaringan itu, itu dilakukan dengan aksi yang digelar pada Sabtu sore  (18/3). Mereka juga mengirim  release yang ditandatangani,  Yogi Turnando, Armi, dan Taufiq dari FNKSDA Banyuwangi. Dalam release yang dikirim ke  Jawa Pos Radar Genteng, aksi  yang digelar pada Sabtu sore (18/3), itu bukti kalau mereka  tidak pernah sepakat dengan  pembangunan jaringan listrik untuk perusahaan tambang di  Gunung Tumpang Pitu.
“Kami  menghentikan aksi bukan karena sepakat dengan perusahaan, tapi karena diintimidasi oleh keamanan,” cetus Yogi, Armi,  dan Taufiq dalam relesenya. Penolakan warga atas tambang emas di Gunung Tumpang Pitu,  itu telah berlangsung sejak 2008.  Namun puluhan unjuk rasa warga, tidak membuat pemerintah  daerah, provinsi, dan pemerintah pusat menghentikan atau mencabut izin usaha pertambangan.
Pemerintah lebih berpihak memfasilitasi kepentingan perusahaan tambang daripada melindungi keselamatan warga dari bahaya tambang, seperti ancaman limbah sianida dan  ancaman krisis air. Sementara itu, Kapolsek Pesanggaran AKP Sudarsono saat   dikonfirmasi terkait aksi warga  itu menyatakan memang ada aksi pada Sabtu sore.
“ Ya ada  aksi, Mas, ini tadi saya balik  kanan dari sana,” jelasnya.  Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, setelah sempat dihadang oleh warga, pembangunan jaringan listrik PLN menuju kawasan tambang emas PT BSI  di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan  Pesanggaran, akhirnya tuntas dikerjakan.
Penegasan itu disampaikan  oleh Senior Manager External  Af airs BSI, Bambang Wijonarko, dalam release yang dikirim ke  media kemarin (16/3). “Kami  menyampaikan terima kasih atas pengertian masyarakat terhadap pembangunan jaringan  listrik PLN menuju tambang PT   BSI,” katanya.
Bambang mengaku telah manajemen BSI telah melakukan dialog dengan masyarakat yang sebelumnya mencoba menghalangi pemasangan kabel listrik dari PLN. Dalam dialog  itu, BSI sepakat meningkatkan  komunikasi dengan masyarakat.
Selain itu, dalam penambangan  PT BSI akan selalu memberikan  rasa aman bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang emas.  “Kami selalu terbuka untuk berdialog dengan masyarakat, apalagi dengan kepemilikan saham  oleh pemkab, BSI juga menjadi  bagian dari aset Pemkab Banyuwangi,” tambahnya.

Siapkan Rute Jakarta-Banyuwangi, Runway Bandara Blimbingsari Dipertebal

Dalam waktu tidak  lama lagi, rencana direct light Banyuwangi-Jakarta dari dan ke Bandara Blimbingsari menggunakan pesawat Boeing 737-600 segera menjadi kenyataan. Mulai minggu ini, proyek penebalan run way mulai dikerjakan dan ditarget  tuntas dalam waktu 30 hari.
Kepala Bandara Blimbingsari Banyuwangi Dodi Dharma Cahyadi mengatakan, agar pesawat Boeing 737 bisa mendapat, maka beberapa fasilitas Bandara Blimbingsari harus dibenahi. Beberapa fasilitas itu antara lain panjang dan ketebalan run way, apron, fasilitas pengisian bahan bakar dan infrastruktur lainnya.
Saat ini panjang run way bandara Blimbingsari 2.250 meter dengan lebar 30 meter. Sepanjang 1.800 meter tebalnya belum memenuhi syarat hanya 27 pavement classiication number (PCN) dan hanya bisa  digunakan untuk jenis pesawat ATR. Agar  pesawat Boeing bisa mendarat, maka  idealnya panjang landasan harus 2.500  meter dengan tebal landasan 39 PCN.
Pada tahun 2017, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah menyediakan anggaran overlay penetebalan landasan. Proses lelang untuk  menambah ketebalan bandara telah  rampung. “ Minggu depan akan dilaksanakan pekerjaan penebalan bandara  dengan PCN 39, “ katanya.
Setelah pekerjaan penebalan run way  selesai, maka tahap berikutnya adalah  verifikasi Kementerian Perhubungan. Dengan penambahan kekuatan landasan  pacu menjadi 39 PCN, maka Bandara  Blimbingsari dapat melayani penerbangan pesawat Boeing 737-600 dengan  kapasitas 130-an penumpang
“Kami perkirakan akhir bulan depan landasan sudah siap,” jelas Dodi. Dari hasil koordinasi yang dilakukan bersama Pemkab Banyuwangi, pesawat   yang dipakai oleh maskapai untuk rute Jakarta-Banyuwangi sudah sesuai dengan  kondisi teknis bandara pasca penebalan  landasan.
“Intinya, Bandara Blimbingsari  sudah sangat memadai untuk menyambut rute baru tersebut saat mudik ,” terangnya Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, rute baru itu akan mempersingkat perjalanan menuju di Banyuwangi. Selama ini, wisatawan baik domestik  maupun mancanegara yang berangkat  dari Jakarta untuk menuju ke Banyuwangi harus transit dulu di Bandara Juanda,  Surabaya, setelah itu baru menuju ke  Banyuwangi.
“Tentu dengan direct light Jakarta-Banyuwangi, para wisatawan, dunia usaha, maupun masyarakat luas bisa lebih hemat waktu karena pesawat langsung menuju ke Banyuwangi,” kata Anas.  Anas mengatakan, sudah ada beberapa maskapai yang berminat menggarap  penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi.
“Ada beberapa, tapi masih belum bisa disampaikan, karena terkait keputusan bisnis masing-masing maskapai.  Yang jelas, dari data historis dan prospek, Bandara Banyuwangi sangat diminati,”  jelasnya.

900 Peserta Ikuti Tryout di SMPN 1 Cluring

menggelar tryout untuk siswa SD/MI kemarin (19/3). Kegiatan yang digelar sehari itu, diikuti oleh 900 peserta yang datang dari  berbagai sekolah di Kabupaten  Banyuwangi. Meski acara itu baru dimulai
pada pukul 08.00, tapi sekitar pukul 06.00 para peserta sudah banyak yang berdatangan di sekolah dengan tagline Sekolahnya Sang  Juara itu.

“Tryout untuk siswa SD/MI ini rutin kita gelar setiap tahun,” cetus Kepala SMPN 1 Cluring, Sudarman.  Setiap tryout ini digelar, terang  dia, para peserta terus meningkat. Untuk tahun ini, jumlahnya  mencapai 900 peserta. “Tahun ini pesertanya sangat luar biasa, mereka tidak hanya dari Kecamatan Cluring saja, tapi banyak yang dari Kecamatan Rogojampi, Genteng, Kalibaru, dan Pesanggaran,” ungkapnya.
Tingginya peserta dan dari berbagai  daerah itu, terang dia, menunjukkan SMPN 1 Cluring yang selama ini penuh dengan prestasi di bidang  akademik dan nonakademik, benar-benar diminati oleh masyarakat. “SMPN 1 Cluring selama ini telah  banyak menorehkan prestasi hingga  tingkat nasional,” cetusnya.
Tryout untuk para siswa SD/MI ini,  jelas dia, dilaksanakan sebagai upaya membantu para siswa dalam menghadapi ujian nasional. Selain itu, sekolahnya juga mencari calon siswa yang  berkualitas.
“Anggap tryout ini untuk uji coba ujian nasional,” terangnya. Koordinator tim O2SN SMPN 1 Cluring, Suhaimi, menambahkan melalui tryout ini juga untuk mengenalkan seluk beluk  lingkungan SMPN 1 Cluring. Para siswa SD/MI yang mengikuti kegiatan ini, bisa melihat perpustakaan out door dan hasil kreasi para siswa yang ada  di SMPN 1 Cluring.
“Kita juga kenalkan prestasi sekolah,” katanya. Suhaimi menyebut, dalam O2SN tingkat Kabupaten Banyuwangi yang digelar pada 16-17  Maret 2016, SMPN 1 Cluring bisa  membawa pulang medali dalam  kejuaraan karate untuk putra dan putri.
“Dalam kejuaraan renang, pencak silat, dan atletik tri lomba juga membawa pulang  medali,” ungkapnya dengan bangga. 

Disbudpar Segera Tertibkan Home Stay Liar

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) akan menertibkan home stay di Banyuwangi. Penertiban ini akan dilakukan karena banyak bangunan liar digunakan home stay. Plt Kepala Disbudpar, M.Yanuarto  Bramuda mengatakan, pada prinsipnya home stay bukan membangun baru, melainkan mengubah tempat  tinggal yang sudah ada menjadi tempat  bermalam wisatawan agar terlihat  lebih layak.
Home stay tersebut juga berada di sekitar objek wisata, dengan radius sekitar 500 meter hingga satu kilometer. “Kalau ada home stay jaraknya 20 kilometer dari tempat  wisata, apa ya kira-kira laku,” kata Bramuda kemarin (19/3). Untuk mendirikan home stay,  ungkap Bram, juga tidak sembarangan, terlebih dulu harus mengantongi rekomendasi Disbudpar.
Hal tersebut dilakukan, apakah wilayah di sekitar lokasi yang akan dijadikan home stay itu terdapat objek wisata atau tidak.  Selain itu, meskipun berada di  sekitar objek wisata juga masih akan dilihat kecenderungan wisatawan bermalam di sekitar lokasi  wisata tersebut.
“Jika membangun baru apalagi di pusat perkotaan yang jauh dari objek wisata bukan  home stay, tapi rumah kos atau  hotel,” ujar Bramuda. Jika pemilik rumah di sekitar  objek wisata ingin merombak rumahnya menjadi home stay dan mengajukan pinjaman ke pihak perbankan, pihak perbankan juga akan meminta rekomendasi yang dikeluarkan Disbudpar.
“Rekomendasi itu diperlukan, apakah di sekitar wisata itu ada tamu apa tidak, dan seberapa besar tingkat kunjungan wisatawan. Kalau tidak ada tamu dan mengajukan kredit ke Bank, maka pinjaman tersebut bisa macet,” terangnya.
Rumah tinggal akan dijadikan  home stay juga ada standar operasional prosedur (SOP), di antaranya memenuhi standar kelayakan  sebagai rumah tinggal tamu di   daerah tujuan wisata. Ketersediaan fasilitas kamar tidur meliputi kasur, bantal, selimut serta kamar mandi  juga wajib diperhatikan.
Misalnya   untuk kamar mandi harus ada shower, closed duduk, serta kebersihan di sekitar home stay. Bramuda menambahkan, saat  ini home stay yang sudah beroperasi berjumlah kisaran 250 yang tersebar hampir di seluruh destinasi wisata di Banyuwangi seperti di Desa Kemiren dan Desa Banjar, Kecamatan Glagah, rumah apung Bangsring  under water, Kecamatan Wongsorejo, di rumah pohon pinus Kecamatan Songgon, dan sekitar Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran.
Keberadaan home stay berbeda dengan dormitory yang dibangun  Pemkab Banyuwangi. Perbedaannya, jika home stay dinaungi induk semang, sementara dormitory  khusus untuk wisatawan back packer  yang telah disiapkan Pemkab. Namun demikian, seiring dengan  pesatnya kunjungan pariwisata  di Banyuwangi, saat ini omzet home stay juga lumayan bagus  dan terus meningkat.
Ke depan  pemerintah daerah akan melakukan pendekatan dengan pengelola home stay di masing-masing  lokasi objek wisata untuk ikut serta  berkontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD). “Sementara  ini home stay di Banyuwangi belum  ada kontribusi ke PAD, karena  memang belum ada regulasi yang  mengatur. Makanya kami sedang  akan siapkan regulasinya,” tanda Bramuda tambahnya.

BMKG: Waspadai Hujan Lebat

Wilayah Banyuwangi dan sekitarnya saat ini memang masih memasuki musim penghujan. Namun, menjelang pergantian bulan ke bulan April, wilayah Banyuwangi sudah memasuki musim peralihan dari musim hujan ke musim  kemarau.
Meski memasuki peralihan ke musim kemarau, kewaspadaan terhadap terjadinya hujan lebat masih harus ditingkatkan. Sebab, potensi hujan lebat disertai petir besar kemungkinan masih terus akan terjadi. Dari  pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  Banyuwangi, wilayah Banyuwangi  bagian selatan yang paling besar  memungkinkan terjadi hujan  lebat disertai petir.
”Sampai tiga hari ke depan hujan lebat disertai petir masih berpotensi terjadi. Angin yang  potensinya merusak juga bisa saja terjadi, harus tetap waspada,”  kata Yustoto Windiarto, prakirawan BMKG Banyuwangi.  Dia menjelaskan, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang ini biasanya terjadi saat siang hari hingga sore hari.
Selain karena musim peralihan, kondisi seperti  ini juga disebabkan adanya tekanan  rendah di perairan selatan Pulau  Jawa hingga pe rai ran selatan Nusa  Tenggara Timur (NTT). ”Adanya  daerah tekanan rendah itu merupakan gangguan. Itu bisa memicu per tumbuhan awan,” tambahnya.
Selain itu, yang perlu diwaspadai  di musim peralihan dan adanya  pengaruh tekanan rendah ini  juga meliputi tinggi gelombang  di Laut Selatan. Pantauan BMKG Banyuwangi tiga hari ke depan, tinggi gelombang di laut bisa  mencapai ketinggian 3 sampai   4 meter.
”Dengan tinggi gelombang tersebut tentu juga tidak bersahabat dengan nelayan di laut, masyarakat nelayan harus waspada,” imbuhnya. Sementara itu, prediksi BMKG  Banyuwangi, musim hujan di  Banyuwangi bagian timur laut masih  akan berlangsung sampai awal hingga pertengahan bulan Maret.
Untuk wilayah Banyuwangi bagian utara hujan masih akan terjadi sampai pertengahan bulan April. Wilayah Banyuwangi sekitar barat  atau sekitar Gunung Ijen masih terus  berlangsung sampai akhir bulan  April hingga bulan Mei. Sementara untuk Banyuwangi bagian tengah hujan diprediksi terus berlangsung sampai akhir Juni.
”Banyuwangi bagian timur termasuk kota musim hujan berlangsung sampai bertengahan April. Untuk Banyuwangi  musim hujan diprediksi sampai  pertengahan bulan Maret,” pungkas Yustoto.

Jatuh Bangun Tetap Meriah

Para pencinta sepatu roda di Banyuwangi mencatatkan sejarah, kemarin. Mereka berlomba adu cepat dalam perhelatan Fun Skate Competition (FSC) 2017 yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi bekerja sama dengan Inline Skate Activity (ISA) dan Dinas  Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi.
Bagi pencinta sepatu roda Banyuwangi, FSC  merupakan lomba sepatu roda yang kali pertama digelar di kabupaten berjuluk Sunrise of Java tersebut. Meski baru kali pertama, even ini mendapat sambutan meriah dan peserta maupun penonton. Ratusan penonton begitu tertib  menyaksikan lomba dari luar garis pembatas   yang dipasang panitia.
Sebanyak 200 peserta ambil bagian  dalam lomba yang dimulai pukul  06.00 di jalan raya sebelah selatan Taman Blambangan tersebut.  Ratusan peserta itu dari kalangan   pelajar TK/PUAD dan Sekolah Dasar (SD). Ada empat kategori yang dilombakan.
Kategori pertama tingkat   PAUD dan TK, kategori kedua untuk siswa kelas 1 dan 2 SD, kemudian kategori ketiga untuk kelas 3 dan 4  SD, dan kategori keempat untuk C  untuk kelas 4 dan 5 SD.  Seluruh peserta dan orang tua  yang mendampingi tampak antusias.
Saking semangatnya ikut lomba, tak sedikit dari peserta  terjatuh di lintasan. Bagi peserta,   jatuh bangun sudah biasa karena sebelum bertanding mereka kerap delosor di jalan beraspal. Meski  diwarnai jatuh bangun, lomba  yang berakhir pukul 09.30 itu tetap mendapat sambutan meriah dari  masyarakat.
Adu cepat sepatu roda memang tergolong baru di Banyuwangi. Meski begitu, seluruh peserta yang mayoritas adalah pemula sudah terlihat  ahli memainkan sepatu roda layaknya seorang atlet profesional. Namun, ada juga peserta yang masih malu- malu dan grogi saat tanda start perlombaan dimulai. Ada peserta tiba-tiba menangis  saat wasit meniup peluit tanda start.
Tiba-tiba saja, peserta laki- laki yang masih duduk di bangku  sekolah dasar itu menghampiri   orang tuanya dengan menangis sejadi-jadinya. Ada pula, satu peserta yang masih duduk di  bangku PAUD tiba-tiba mencari  ibunya saat perlombaan sedang berlangsung.
Peserta yang diketahui bernama  Amira Fatin, 4 ini tiba-tiba saja kembali ke garis start saat dirinya  hampir saja sampai di garis finis.  Padahal ibunya saat itu sedang  menunggu anaknya tersebut di garis finish. ”Mungkin masih grogi  padahal saya sudah menunggu   di finish. Tapi enggak apa-apa, acara seperti ini bagus untuk mental  anak-anak kami. Ini juga sebagai  wadah penyaluran bakat sepatu roda anak saya,” ujar Sri Winingsih,  ibunda dari Amira Fatin.
Atas aksi dari anak-anak ini yang lucu juga menjadi hiburan tersendiri bagi penonton yang memadati sirkuit perlombaan. Di kategori  SD, perlombaan terlihat lebih seru.   Peserta yang diketahui sudah besar-besar ini beradu cepat dengan  serius.
Tidak sedikit peserta yang  jatuh bangun ke aspal untuk sampai  di garis finis. Meski begitu mereka  tetap semangat melanjutkan perlombaan sampai mencapai garis finis. Meski terjatuh, peserta tidka terluka  karena mengenakan pengaman.  Seluruh peserta tampak antusias  untuk mencapai garis finis mencari waktu tercepat. Setelah sampai di garis finis, peserta juga langsung  mendapatkan sertifikat gratis yang disediakan panitia.
”Sudah lama anak saya bermain  sepatu roda, tapi baru kali ini ikut lomba. Acara ini sangat baik bagi  anak saya, ini bisa memotivasi  anak untuk terus berkembang,”  kata Endang Lusiani, ibunda dari Frida Yuliastuti, peserta asal SD Al Uswah Kebalenan.
Untuk peserta lomba, panitia mewajibkan memakai peralatan perlindungan bagi olahraga inline  skate standar. Perlengkapan itu  meliputi helm standar, sepatu roda standar, pads untuk melindungi   siku dan lutut serta pakaian yang  sesuai dengan tubuh inline skater agar tidak lecet jika terjatuh.
Dalam lomba kemarin, yang dinilai oleh tim juri bukanlah dia yang  paling terdepan. Melainkan adalah catatan waktu terbaik dari mulai  babak penyisihan hingga babak final. Tercatat ada 12 pemenang  yang mencatatkan waktu tercepat.  Tidak hanya perlombaan, setelah  acara selesai dilakukan, coaching clinic tentang sepatu roda juga  di berikan gratis oleh pihak panitia.
Dalam hal ini komunitas sepatu  roda dari Jember yang memberikan materi bagaimana bermain sepatu  roda dengan baik. ”Yang terpenting dalam bermain sepatu roda itu  adalah fasilitas keamanan seperti  helm dan pads di lutut kaki dan  tangan,” ujar Samsudi, salah satu pelatih di komunitas sepatu roda  Jember.
Setelah coaching clinic, para  peserta menerima hadiah dan tropy dari panitia yang diserahkan  langsung oleh Kepala Dispora  Banyuwangi Wawan Yadmadi; Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi; dan  Pimpinan Redaksi Bayu Saksoso.
Wawan mengaku senang dengan antusias peserta yang mengikuti  Fun Skate Competition ini. Menurutnya, perlombaan ini bisa menjadi wadah bagi anak-anak yang menggemari olah raga sepatu roda  di Banyuwangi. ”Sangat bagus  sekali. Ini juga bisa dijadikan untuk menjaring atlet-atlet sepatu roda  di Banyuwangi,” kata Wawan.
Ketua Panitia, Gerda Sukarno mengucapkan terima kasih kepada  seluruh peserta dan kepada pihak  terkait atas suksesnya acara kemarin. Utamanya kepada pihak  Dinas Kesehatan (Dinkes) yang  membantu menyediakan tenaga medis dan ambulans dari Puskesmas Singotrunan, Puskesmas  Kertosari, dan RS Islam Fatimah.
Panitia juga mengucapkan terima kasih kepada tim juri  dari mahasiswa FOK Uniba Banyuwangi  yang membantu lancarnya pencatatan timer peserta Fun Stake Competition ini. ”Kita juga ber-  terima kasih kepada Komunitas Sepatu Roda Banyuwangi dan Jember, kepada Dishubkominfo  dan Satpol PP yang membantu,  kami ucapkan terima kasih,” tandas Gerda.

Dalami Kasus Suap Promosi Jabatan, KPK Panggil Wabup Klaten

KPK memanggil Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani sebagai saksi untuk Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini. Sri Mulyani, yang kini menjadi pelaksana tugas (Plt) bupati, dipanggil terkait dengan perkara dugaan suap promosi jabatan di Klaten.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SHT (Sri Hartini)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin (20/3/2017).

Selain Sri Mulyani, KPK memanggil anak Bupati Klaten, Andy Purnomo, yang juga anggota DPRD Klaten, sebagai saksi. Kemudian, ada satu anggota DPRD Klaten lainnya, Eko Prasetyo.

KPK juga memanggil Kabid Mutasi BKD Klaten Slamet; PNS Dinas Pertanian Klaten, Nugroho Setiawan; ajudan Bupati Klaten, Nisa Puspitasari; dan ajudan lainnya, Edy Dwi Hananto. 

Ada pula dua pihak swasta yang dipanggil, yaitu Sunarso dan Dina. Tersangka kasus ini, Sri Hartini, juga dipanggil KPK untuk diperiksa. 

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Klaten Sri Hartini dan satu PNS, Suramlan, sebagai tersangka kasus dugaan suap promosi jabatan di Pemkab Klaten. 

Pada awalnya KPK menyita uang Rp 80 juta dari rumah pribadi Sri Hartini. Selanjutnya ada pula uang Rp 2 miliar, USD 5.700, dan SGD 2.035, yang turut disita dari rumah dinas Sri saat operasi tangkap tangan pada 30 Desember 2016.

KPK kembali menggeledah rumah dinas Sri pada Minggu (1/1) dan menemukan uang Rp 3 miliar di kamar anaknya, Andi Purnomo, serta Rp 200 juta di kamar Sri. Andi, yang juga anggota DPRD Klaten, sempat diperiksa KPK terkait dengan kasus yang menjerat ibunya.

Tom Lembong Keliling Eropa, Jerman Minat Investasi Rp 10 T di RI

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong melakukan kunjungan kerja ke beberapa negara di Eropa pada tanggal 15-22 Maret 2017. 

Salah satu hasil dari kunjungan tersebut adalah minat investasi dua perusahaan asal Jerman yang menyatakan minatnya bekerja sama dengan BUMN pertambangan Indonesia untuk menanamkan modal di proyek investasismelter nickel senilai US$ 800 juta (setara dengan Rp 10,4 triliun dengan kurs Rp 13.000 per dolar AS).

Pria yang akrab disapa Tom itu menyampaikan, kunjungan dilakukan untuk mempromosikan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi yang atraktif bagi perusahaan Eropa. Beberapa negara yang dikunjungi di antaranya Jerman, Prancis, Swedia, Inggris, dan Denmark.

"Kesempatan kunjungan kerja tersebut dimanfaatkan untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan Jerman yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia. Di antaranya adalah perusahaan Jerman dengan rencana investasi US$ 800 juta, sementara satu perusahaan lainnya di bidang usaha sektor Gas belum menyebutkan berapa nilai investasinya," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Senin (20/3/2017).

Menurut Tom, kunjungan kerja yang dilakukan juga dimanfaatkan untuk bertemu dengan beberapa fund managers maupun perbankan di Jerman. 

"Jerman merupakan salah satu negara penting di Eropa yang juga merupakan kontributor utama investasi di Indonesia," jelasnya.

Tom menambahkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia yang relatif stabil ditambah dengan fundamental makro ekonomi yang solid didukung oleh arus FDI yang tinggi merupakan daya tarik investasi utama bagi perusahaan Jerman.

"Tahun lalu FDI yang masuk ke Indonesia mencapai US$ 28,9 miliar, naik 8,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Jerman menyumbang US$ 133 juta dari total nilai FDI tersebut," ungkapnya.

Turut mendampingi dalam kunjungan Kepala BKPM di Jerman tersebut Konjen RI Frankfurt Ibu Wahyu Heruesti, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Himawan Hariyoga, Chief Country Officer Deutche Bank Kunardy Lie dan Managing Director of EKONID (the German-Indonesian Chamber of Industry and Commerce) Jan Rönnfeld.

Aliran penanaman modal dari Eropa yang dalam lima tahun terakhir mengalir ke Indonesia sebesar US$ 13,3 miliar (setara dengan Rp 172,9 triliun dengan kurs rupiah Rp 13.000 per dolar AS). Lima besar investasi dari Eropa yang masuk ke Indonesia adalah dari Belanda, Inggris, Prancis, Luxembourg, dan Jerman.

Dalam kunjungan roadshow-nya ke Eropa tersebut, mantan Menteri Perdagangan RI itu juga bertemu dengan Deputy Secretary-General OECD Douglas Frantz di Paris, Prancis. Selain OECD, Tom juga bertemu dengan beberapa perusahaan Eropa maupun pemerintah terkait.

Roadshow ke Eropa merupakan bagian dari upaya pemasaran untuk mendukung pencapaian target investasi tahun 2017 yang dipatok pada angka Rp 678,8 triliun.

Pilpres Timor Leste Digelar, Warga Mengantre di TPS

Pemilihan presiden Timor Leste digelar hari ini. Sedikitnya 12 juta warga akan menggunakan hak suaranya untuk memilih presiden baru, menggantikan Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak.

Seperti dilansir media Australia, news.com.au dan Sydney Morning Herald, Senin (20/3/2017), warga Timor Leste mulai mendatangi tempat-tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilih mereka. Antrean bahkan terpantau di beberapa tempat pemungutan suara.

Ada delapan kandidat yang akan berkompetisi untuk merebut suara warga. Salah satunya adalah Francisco 'Lu-Olo' Guterres, pemimpin Partai Fretilin dan juga mantan ketua parlemen yang dijagokan menang, setelah mendapat dukungan pahlawan kemerdekaan Timor Leste, Xanana Gusmao. Gusmao juga merupakan Presiden Timor Leste yang pertama dan Perdana Menteri ke-4 negara itu. 

Pemilihan presiden ini merupakan yang pertama di Timor Leste setelah pasukan penjaga perdamaian PBB mengakhiri misinya pada tahun 2012. Tahun ini, otoritas Timor Leste menggelar pemilu tanpa bantuan PBB. Mereka berupaya mengatasi persoalan penyaluran logistik hingga ke tempat pemungutan suara yang ada di area terpencil, tanpa bantuan helikopter PBB. 

Para pengamat menyebut hasil pilpres kali ini, kemungkinan besar akan memperkuat stabilitas di negara termuda di Asia, yang perekonomiannya bergantung pada sektor minyak ini. Pilpres ini juga menjadi penting bagi masa depan demokrasi di negara ini.

Baca juga: Pilpres Timor Leste Digelar 20 Maret, Guterres Dijagokan Menang

Sydney Morning Herald melaporkan, antrean panjang terlihat di sebagian besar tempat pemungutan suara, meskipun ikut pilpres bukan hal wajib di Timor Leste. Warga menggunakan segala macam cara untuk mencapai tempat pemungutan suara, mulai naik kuda, menumpang kapal hingga berjalan berkilo-kilometer melintasi jalan pegunungan. 

"Saya sangat senang... sebagian besar dari delapan kandidat adalah pria-pria yang baik yang bisa membantu negara saya," ucap Mateus Lucas (49) yang merupakan ayah dari tiga anak. Lucas menggunakan hak suaranya di tempat pemungutan suara yang ada di salah satu sekolah di ibu kota Dili.

"Saya memilih di tengah ketakutan pada tahun 1999, tapi sekarang saya bebas memilih siapa saja yang saya sukai," imbuhnya, merujuk pada referendum Timor Leste yang diinisiasi PBB tahun 1999.

Damien Kingsbury dari Deakin University, Victoria, Australia yang memimpin delegasi 26 pemantau pemilu asal Australia, menyebut Timor Leste memperlakukan pemilihan presiden nyaris seperti 'tugas sakral'. "Mendatangi desa-desa, Anda melihat orang-orang antusias mengantre untuk memilih dan kemudian mereka kembali ke desa masing-masing untuk merayakan pemilu yang kemudian berubah menjadi festival sehari," sebutnya.

Selain Guterres, kandidat lainnya yang menonjol adalah politikus sekaligus Menteri Pendidikan, Antonio da Conceicao dari Partai Demokrat Timor Leste. Conceicao mendapat dukungan Partai Pembebasan Rakyat (PLP) yang baru terbentuk dan menaungi Taur Matan Ruak alias Jose Maria de Vasconcelos, Presiden Timor Leste saat ini. Vasconselos tidak mencalonkan diri kembali dan diprediksi akan maju pada pencalonan Perdana Menteri pada Juli mendatang.

Terdapat sedikitnya 744.613 pemilih terdaftar dari total populasi 1,261 juta jiwa di Timor Leste. Presiden Timor Leste terpilih berdasarkan suara mayoritas dalam pemilu, biasanya dalam dua putaran, untuk kemudian menjabat selama 5 tahun ke depan. 
 

Blogger news

Blogroll

About