Pages

Jumat, 03 Maret 2017

Tata Kelola Pertamina Masih Kurang Baik, FITRA: Calon Internal Berpotensi Ulangi Kesalahan Yang Sama

Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Yenny Sucipto menyayangkan banyaknya tarik-menarik kepentingan dalam pengangkatan Direktur Utama PT Pertamina (Persero).
Padahal, tenggat 30 hari dari waktu yang ditargetkan hampir dilewati. Namun tanda-tanda diangkatnya Dirut Pertamina masih terlihat banyaknya kepentingan politik yang bermain.
“Kami menilai pemilihan dirut Pertamina, selepas pemecatan Dwi Soetjipto sangat lambat. Karena sangat gamblang terlihat unsur politis yang bermain di situ,” ucap Yenny ketika dihubungi Aktual.com, Kamis (2/3).
Padahal mestinya, kata dia, dalam penentuan calon dirut yang dikedepankan adalah kredibilitas dan independensi para calon dirut itu.
“Apalagi Pertamina itu sebagai BUMN yang strategis, sehingga calon yang tepat akan membuat tata kelola Pertamina lebih baik lagi dari yang selama ini di bawah Dwi,” paparnya.
Makanya dia memberi catatan, jika calon itu dari internal dirinya mempertanyakan kualitas tata kelola dari Pertamina tersebut.
“Karena tata kelola yang baik itu sebagai harga mati. Sehingga jika tata kelola dalam Pertamina tidak transparan dan akuntabel akan mengarah pada bancakan para elit-elit di negeri ini. Jika dari internal bisa ulangi kesalahan tata kelola masa lalu,” cetusnya.
Terlebih lagi, kata dia, calon-calon yang muncul itu memiliki kedekatan dengan Menteri BUMN, Rini Soemarno yang terkenal rendah dalam masalah tata kelola yang baik itu.
“Yang jelas, tata kelola yang ditawarkan oleh para calon itu bagi kami sangat penting menjadi pertimbangan dalam penentuan calon dirut itu. Tapi sayangnya, unsur politisnya sangat kental,” kritik dia.
Belakangan memang muncul beberapa nama calon dirut Pertamina yang diusung oleh banyak elit di negeri ini. Rini sendiri mengajukan nama Yenni Andayani (Plt Dirut Pertamina), Arief Budiman (Direktur Keuangan), dan Ahmad Bambang (mantan Wadirut).
Kemudian Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Luhut Panjaitan kabarnya mendorong Elia Massa Manik (Dirut Holding Perkebunan). Sosok yang dekat dengan Presiden Joko Widodo, Hendropriyono mendukung Rachmad Hardadi (Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia). Sedang Archandra Tahar kabarnya mendukung Syamsu Alam (Direktur Hulu).

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About